December 3, 2009

Harga Diri

Salah satu cara paling tepat untuk kehilangan harga diri?

Menikahlah dengan orang yang salah.

December 2, 2009

Bapak

Ini untuk bapak:

Kalau saja saya punya pilihan, tidak ingin kecewa ini saya rasakan.
Tapi apa mau dikata?
Sekali lagi saya patah hati.
Bukankah seharusnya aku kau lindungi?
Di mana batu karang yang mestinya bisa aku kagumi?
Sudah jadi kerikilkah nurani?

November 23, 2009

Aku belum lagi pergi
Mengapa rasanya sudah ingin sekali pulang?
Pulang yang hangat
Pulang yang tularkan tawa riang
Pulang yang menerima tanpa syarat
Pulang yang nyaman
Pulang yang seketika musnahkan rindu
Karena di sana ada kamu
Selalu ada kamu
Biarkan aku meringkuk lagi
Pinjamkan lengan-lenganmu
Dan biarkan aku terlelap
Tak ada lagi yang perlu kulihat
Tak ada lagi yang ingin aku cari tahu
Semua ada di sana
Ijinkan aku pulang

November 23, 2009

Penjual Neraka

Laki-laki itu lagi
Getol sekali ia berjualan neraka
Kata-kata mengawang digunakan
Sekedar untuk membuat keder, membuat takut

Takabur dan sombong adalah milik syaitan katanya
Sesuatu yang dibenci Allah SWT
Aku hanya terpaku pada kata syaitan
Mengapa tidak menulisnya dengan lebih sederhana: setan?

Laki-laki ini bilang tugasnya adalah membimbingku
Kalau anaknya bersalah, adalah kewajibannya untuk memberitahu
Masih saja pakai birokrasi
Kalau dia yang salah, kok omonganku hanya kentut baginya?

Laki-laki ini ternyata suka menulis
Panjang, penuh kata berbunga-bunga
Kadang tak bisa aku pahami
Kadang sudah pernah kudengar sebelumnya, berkali-kali

Laki-laki ini mengajak untuk jadi orang berakhlak agung
Katanya hidup hanya sebentar
Sungguh ia membuatku kehabisan kata-kata
Bicaranya terlalu sering tidak sesuai dengan perbuatan

Laki-laki ini bolak-balik bilang cinta padaku
Katanya aku adalah hal terpenting dalam hidupnya
Ia bicara tentang memenuhi tanggungjawab
Tapi tak pernah ia mengerti esensi dari mencinta

Sekarang terserah saja, hei laki-laki
Mau tetap jualan neraka?
Surgamu pun tak laku padaku
Asal tahu saja

November 10, 2009

Putus Asa

Sudah habis cara
Bagaimana lagi harus kami sampaikan?
Ini bukan masalah uang
Kami hanya ingin bisa bekerjasama
Tak perlu tuduh kami ini-itu
Tidak pernah ada maksud membuat ricuh
Dengarkan kami sebentar
Jangan tutup telinga dan dengarkan suara-suara di kepala
Kami tak pernah bermaksud jahat
Jangan bikin kami seperti penjahat

November 9, 2009

Penghapus

Di mana dapat kutemukan penghapus terbaik di dunia?
Ada sebongkah ingatan yang perlu dibersihkan sampai tuntas
Niat baik yang berubah kacau
Malam paling keparat dalam hidupku
Meski setengah mati berpura-pura setuju
Itu bukan air mata bahagia
Tapi sebuah kelegaan yang teramat sangat
Karena sebuah siksa yang akhirnya berakhir
Tuhan, beri aku penghapus terbaik di dunia
Aku ingin lupa

 

November 2, 2009

In Progress

Get in line
I’m not done

.

 

November 2, 2009

Hmmmmppphhh

Gemas setengah mati
Sulit sekali dimengerti
Tetapi selalu bikin kembali
Jangan pura-pura tuli
Atau belaga bodoh seperti kelinci
Sungguh menyebalkan sekali
Hanya bisa gemas setengah mati!

October 28, 2009

Penyetor Kata

Di mana dia yang biasanya hadir menyetor kata,
tetapi tak pernah bertatap muka?
Semoga baik-baik saja kabarnya
Tak berkekurangan suatu apa

October 25, 2009

Oktober

Oktober kembali lagi
Membawa episode baru
Meski pura-pura tak menanti
Tapi hati tak mungkin bohong
Ah Kawan Lama, aku rindu!

Oktober mengapa lama sekali
Tak tahukah kamu,
12 bulan aku kering imaji?
Padahal genderang sudah bertalu,
aku harus buru-buru

Oktober, bolehkah sekali lagi?
Episode barumu kunanti sepenuh hati
Siapa sang jagoan kali ini?
Akankah dia membuatku patah hati?
Sungguh tak sabar!

Oktoberku tersayang
Mungkin ini episode terakhir ku
Lalu aku akan berlagak kena amnesia
Maafkan, tapi aku takut ingin mengintip kembali
Kamu sih, selalu bawa cerita seru!

Oktober tercinta
Aku janji akan duduk manis
Hanya menikmati wajah tampan pemain utama
Dan merutuki dalam hati perempuan yang mendekatinya
Aku janji!

Oktober, tunggu apa lagi?
Ayo cepat, putar sekarang!